Konvoi Urat Nadi Kehidupan 3 terpaksa bermalam di tempat terbuka untuk malam yang kedua kalinya secara berturut-turut di pelabuhan Aqaba Yordania, setelah Mesir bersikukuh pada penolakannya untuk memberikan jalan ke konvoi itu ke Jalur Gaza kecuali melalui jalan yang sudah ditentukan sebelumnya, yaitu jalan Pelabuhan El-Arish, bukan masuk melalui Pelabuhan Nuweiba.

Kepala konvoi itu, George Galloway mengatakan bahwa surat yang diterima oleh penyelenggara konvoi itu dari pihak berwenang Mesir agar konvoinya itu melalui Pelabuhan Nuweiba sangat terlambat, dan karena itu pihaknya tidak dapat memenuhi persyaratan Kairo.

Anggota parlemen Inggris itu menjelaskan, pihaknya telah membuat usulan jalan tengah kepada pihak berwenang di Mesir, yakni konvoi akan melalui lautan sampai di Nuweiba dan kemudian dari sana melalui jalan darat menuju El-Arish sesuai dengan jalan yang telah ditetapkan oleh Mesir, namun Kairo tidak menanggapi permintaan usulan jalan tengah itu. “Kami menganggap mereka di masa depan bahwa kami tidak akan meminta pengecualian seperti itu lagi,” ujar Galloway seperti dikutip aljazeera, Sabtu (26/12).

Di lain pihak, Jurubicara Departemen Luar Negeri Mesir Hossam Zaki mengatakan, Mesir telah mengatur jalur jalan konvoi itu sebelumnya, dan itu sudah disampaikan ke pihak penyelenggara konvoi beberapa hari sebelum kedatangan mereka di Yordania. Zaki menekankan bahwa Mesir tidak dapat menerima perubahan apapun terkait jalur konvoi itu.

Lebih lanjut Jurubicara Mesir itu mengatakan dalam sebuah wawancara dengan aljazeera bahwa pihak penyelenggara konvoi mungkin berpikir untuk menjebak Mesir dalam posisi yang sulit, mengingat besarnya konvoi yang memasuki Mesir itu, dan mereka telah menyebar e-mail yang isinya mengatakan “kami ingin menempatkan Mesir di bawah tekanan media.”

“Mesir tidak akan tunduk pada tekanan media ini, dengan cukup jelas saya mengatakannya, karena hal ini kedaulatan milik Mesir, dan masuk ke wilayah ini atau itu adalah ditentukan oleh Mesir, bukan ditentukan oleh panitia konvoi,” tegas Zaki.

Sebelumnya diberitakan adanya kontak terus-menerus untuk menjamin perjalanan konvoi itu, dimana mediasi Turki yang dipimpin oleh Perdana Menteri Recep Tayyip Erdoganmencuat, telah mengirim utusannya ke Amman untuk bertemu dengan konsul Mesir, di samping juga ada mediasi Malaysia yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Mahathir Mohamad.

Sementara itu penyelenggara konvoi sudah siap untuk membuat konsesi, dimana mereka tidak akan melakukan tekanan atau tantangan terhadap Mesir, tetapi mereka hanya menginginkan kompromi setelah kedatangan mereka ke Aqaba.

Konvoi Urat Nadi Kehidupan 3 itu diluncurkan dari ibukota Inggris, London, pada 6 Desember lalu, dengan rute Perancis, Italia, Yunani, Turki, Suriah dan Yordania dan kemudian ke Mesir sampai akhirnya tiba di Gaza.

Konvoi itu melibatkan sekitar 500 orang yang dipimpin oleh Jaksa Galloway dengan membawa 250 truk yang sarat dengan bantuan kemanusiaan dan medis dari Eropa dan Turki dan negara-negara Arab lainnya.(milyas/aljzr)

sumber:

http://www.knrp.or.id/berita/aktual/mesir-halang-halangi-konvoi-kemanusian-ke-gaza.htm