GEMPA PADANG

Padang, kampung halamanku.bank+mandiri

Gambar diambil dari http://1.bp.blogspot.com/

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang kembali kepada-Nya. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (Al baqarah 155-157)

Bencana Alam; Musibah,  Murka Allah, atau Rahmat?

Bermacam-macam reaksi orang ketika ditimpa musibah; ada yang menghujat, ada yang ‘stress’, ada yang diam membisu sambil merenungi nasibnya, ada yang pasrah.

Reaksi orang yang tidak terkena musibah pun bermacam-macam; ada yang berucap sinis; “pantas saja, sudah pada ikut gaya hidup orang kafir!” ada yang terkejut tanpa berkata apa-apa, dan ada yang prihatin.

Musibah bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Tidak peduli pada yang tua maupun muda, tidak kaya maupun miskin, pun tidak pada orang kafir maupun dipenduduk muslim.

Sering kita lupa pada kesenangan hidup yang kita peroleh. Bahkan kesenangan bisa hidup yang kita jalani. Dan setelah kematian terhadap beberapa anggota keluarga kita, kita baru bisa merasakan betapa nikmat hidup itu adalah sebuah anugrah yang indah.

Padahal, kesenangan dan kesulitan adalah bagaikan dua sisi mata uang. Keduanya merupakan ujian yang kita tidak boleh lalai terhadapnya. Bahkan ujian terhadap kesenangan hidup menjadikan kita lupa. Ujian kesenangan hidup dikatakan lebih berbahaya dari ujian kesulitan. Kesulitan, bahkan bisa membuat orang ingat kepada rahmat dan anugrah yang ia dapat sebelum kemudian direnggut.

Bahkan kesulitan disebutkan tanda bahwa Allah masih sayang kepada hambanya. Ketika Allah tidak sayang, maka Allah akan ‘masa bodoh’ (dalam tanda kutip), ia berikan segala yang dimau, sehingga orang tersebut tersesat sesesaat sesatnya. Naudzubillah…

Jadi, gempa yang terjadi di Padang apakah musibah, ujian atau rahmat dari Allah? Hanya Allah yang tahu. Kita hanya bisa bertawaqal sambil berintrospeksi dan meningkatkan taqwa kita kepada Allah.